10 Tipe Kemeja Yang Harus Dimiliki Pria

Kemeja bisa menjadi pilihan buat kamu para pria untuk tetap berpenampilan rapi meski terlihat kasual dan santai. Bisa dipakai di luar t-shirt kamu sebagai layering yang pasti bakal membuat kamu terlihat lebih effort dalam berbusana dan menjadi semakin percaya diri.

Apa saja jenis kemeja yang cocok dipakai oleh kaum pria? Ini dia 10 jenis kemeja yang wajib dimiliki pria:

Chambray berbeda dengan denim meskipun banyak yang mengira sama karena wujudnya. Chambray menggunakan tenunan polos (plain weave) dalam konstruksinya, yang menghasilkan kain yang lebih ringan daripada tenunan kepar (twill weave) yang digunakan dalam pembuatan kain denim. Ini membuat kemeja chambray menjadi pilihan yang bagus jika Kamu menyukai tampilan denim tetapi mencari bahan yang lebih ringan. Kondisi cuaca akan membuat tubuh mudah dehidrasi

Jenis kemeja ini juga terlihat keren dikenakan dengan hampir segala jenis pakaian, membuatmu tidak kekurangan gaya ketika sedang ingin hangout di tempat yang santai dengan pakaian yang sederhana saja.

Karena keserbagunaan ini, kemeja chambray sangat mudah di-{mix|combine} and match dengan {item|merchandise} pakaian lainnya. Namun ada tipsnya, salah satunya adalah memastikan warnanya tidak sama dengan {jeans|denims} yang kamu pakai. Cukup dibedakan saja gradasinya atau kenakan dengan celana chino. Atau Kamu bisa mengenakan satu dengan outer tipis agar terlihat lebih kasual.

Namanya diambil dari kain Oxford yang menjadi bahan kemeja ini, kemeja pria klasik ini telah menjadi {basic|primary|fundamental} dari gaya berpakaian pria selama lebih dari {120|one hundred twenty|a hundred and twenty} tahun. Tekstur kainnya cukup tebal sehingga memberikan kesan kasual. Kancing kerah dan gantungan di bagian belakang kuk (bagian belakan di bawah kerah) menjadi ciri khas desain kemeja Oxford yang umum.

Jika pernah ada pakaian pria yang benar-benar esensial, nominasi jatuh kepada kemeja Oxford button-down. Kemeja ini telah berfungsi sebagai fondasi busana laki-laki yang efektif dan “aman” untuk berbagai {style|type|fashion} gaya berpakaian, menjadikannya salah satu {item|merchandise} paling serbaguna di lemari pakaian setiap pria.

Kemeja Oxford kerah terbuka yang dikenakan dengan jins, korduroi atau celana chino cocok untuk gaya {casual|informal} tetapi tidak jika dipadankan dengan jas, karena gaya kasual tersebut akan berbenturan dengan gaya formal yang dipancarkan oleh jas.

Mungkin dalam beberapa kesempatan di hidup kamu, ada kalanya bingung ketika harus menghadiri acara-acara resmi dan formal tetapi tidak ada pakaianmu yang cocok dipakai untuk menghadirinya dan terpaksa pinjam ke teman atau kenalanmu. Mulai sekarang tidak ada salahnya deh kamu membeli satu atau dua buah {dress|gown|costume} shirt untuk berjaga-jaga ketika dibutuhkan.

Kemeja formal biasanya dijahit dari bahan kain Marcella, yang awalnya dipilih karena kemampuannya menahan pati (starch) untuk menjaga kain supaya tetap kaku dan tidak lecek. Biasanya juga terdapat beberapa {treatment|remedy|therapy} di beberapa bagian kemeja di mana kain diperkuat agar menjaga bentuknya ketika dikenakan. Bentuk kerah kemeja {dress|gown|costume} biasanya berbentuk sayap, kerah runcing atau kerah cutaway.

Untuk padu padannya, disarankan menjaga segalanya tetap low-key dan simpel dari segi warna dan penunjang lainnya. Karena kemeja dikenakan dengan pakaian lainnya seperti jas atau vest, maka sebaiknya tidak terlalu ribet dan terlalu banyak aksesori untuk menghindari kamu terlihat sumpek akibat terlalu banyak hal yang kamu kenakan atau malah terlihat seperti badut ulang tahun gara-gara terlalu banyak warna di outfit yang kamu kenakan. Selain itu kalau apesnya acara diadakan di luar ruangan tanpa AC, wah gerah bro! Secara kita tinggal di negara beriklim tropis. Kenakanlah aksesori yang terlihat sederhana seperti dasi satu warna atau dasi kupu-kupu, selain itu cufflink dan arloji bisa kamu padankan juga.

Kamu ingin terlihat seperti jagoan dalam {film|movie}-{film|movie} bertema Amerika Latin yang sedang berjemur di pantai tropis sambil menyeruput cocktail sambil memamerkan bulu dadanya kepada dunia setelah lelah seharian menghajar penjahat-penjahat dari kartel obat bius? Minus bulu dadanya, tentu saja. Maka pilihan paling tepat untuk kamu adalah kemeja bermotif ceria dengan warna-warna cerahnya yang biasa disebut dengan kemeja Hawaii, kemeja Kuba atau juga kemeja pantai. Kemeja ini mulai dilirik kembali berkat kebangkitan mode {era|period} 50’s saat ini, dimana tren old-{school|faculty|college} yang sedang digemari saat ini.

Sebutan ‘Hawaii’ mengacu pada kerah kemeja yang terbuka, yang membuatnya {ideal|best|perfect} untuk menghirup udara di tempat beriklim tropis. Selain itu, sebagian besar kemeja kerah Hawaii juga dilengkapi dengan {fit|match} yang mengotak (boxy) yang bersiluet lurus dari atas ke bawah dengan kancing depan.

Kemeja ini cocok dimiliki oleh pria yang menyukai gaya {casual|informal}, carefree, dan cuek atau ingin terlihat simpel. Tetapi ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan. Gaya ini bukan untuk cowok yang memiliki leher lebih tebal. Pastikan juga untuk mengenakannya dengan benar pada tubuh, atau itu akan terlihat seperti piyama. Bisa diakali dengan tailoring ke tukang jahit untuk membuat {fit|match} terlihat cocok di badanmu.

Selain itu, golden rule untuk kemeja berlengan pendek adalah untuk membuatnya pas dengan lengan. Lengan loggar membuat lengan terlihat lebih kurus dan lengan kurus membuat dada terlihat lebih kecil. Nggak mau kan lengan kamu terlihat ceking seperti wayang? badan lemas tiba2

“Terlalu gerah kalau pakai jaket, tapi terlalu dingin kalau Cuma pakai kaos. Aduh, gimana nih om jin?” Tanya Aladin.

“Hohohoho, tenang. Om jin punya solusinya. Pakai saja overshirt.”

Percakapan di atas merupakan sebuah ilustrasi atas keresahan yang sering dirasakan cowok-cowok {urban|city} di Indonesia. Iklim yang sering membuat kita kegerahan tetapi di satu sisi banyak angin yang kadang bikin masuk angin. Belum lagi kalau hujan, waduh berabe. Untungnya, ada si penyelamat bernama overshirt.

Keindahan overshirt terletak pada keserbagunaannya di segala cuaca. Bisa menjadi jaket ringan yang cocok ketika cuaca sedang cerah dan hangat. Atau kamu bisa menjadikannya penghangat pada hari-hari yang lebih dingin seperti ketika hujan dan ketika kamu beraktivitas di luar pada waktu sore sampai malam hari.

Untuk styling-nya, kesederhanaan adalah kuncinya. Contohnya overshirt yang berwarna biru gelap dikenakan dengan dengan dalaman kaus putih sangat bagus. Tapi kemeja overshirt lusuh yang dikenakan dengan kemeja berdetail terlihat seperti bertabrakan dalam berpakaian.” Pakailah kemeja overshirt dengan {raw|uncooked} {jeans|denims} dan sepasang sepatu boots bertali dan kamu siap untuk pergi.

Bergaya ala lumbersexual sedang diminati oleh pria di Indonesia dan mencapai puncaknya pada tahun 2011 sampai 2014 silam. Buat kamu cowok-cowok berjiwa santai dan petualang yang suka kegiatan {outdoor|outside|out of doors} namun tetap ingin berpenampilan menarik dan enak dipkamung, untuk menemanimu berpetualang di alam maupun hanya berpetualang di kota, kemeja flanel yang sederhana adalah sebuah keharusan mutlak. Kain tebal dan lembut ini sangat penting ketika berkegiatan di luar dan juga serbaguna untuk dipadu padankan, kamu bisa memilih flannel shirt versi kotak-kotak atau polos.

Kebanyakan terbuat dari kain berbahan wol dan turunannya. Kemeja flanel yang ketebalan kainnya sedang atau tebal nyaman dipakai ketika cuaca berubah menjadi lebih dingin. Kemeja dengan {style|type|fashion} klasik ini bagus dikenakan untuk pakaian luar dan dapat dipakai dengan kancing terbuka di atas t-shirt atau kemeja polos berbahan lebih tipis yang dikancing. Flannel shirt ini cocok juga dikenakan dengan jaket ketika kamu sedang berada di tempat yang lebih dingin. Lengkapi dengan {jeans|denims} denim gelap atau {faded|pale|light} {jeans|denims} dan sepatu boots yang kokoh dan Kamu siap untuk berpetualang dengan gaya.

Munculnya gaya pakaian {business|enterprise} {casual|informal} memungkinkan kamu bekerja di kantor dengan mengenakan gaya berpakaian yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan gaya kantoran ketika zaman ayahmu dulu. Hal ini adalah kabar baik ketika tempatmu bekerja mewajibkan berpakaian dengan kemeja dan dasi.

Tekstur kain seperti twill, oxfords, dan herringbones menjadi pilihan sempurna untuk gaya kemeja yang lebih kasual dan menarik jika tanpa dasi. Tetapi untuk suasana bisnis yang rapi, bersih, dan berkesan tanpa basa-basi, memakai kemeja poplin putih polos atau biru pucat yang rapi dengan dasi menjadi pilihan yang bagus.

Cari kain poplin yang breathable untuk dipakai ketika cuaca hari itu sedang gerah, dan pilih antara kerah yang runcing atau pendek, tergantung pada seberapa banyak kamu ingin memperlihatkan dasimu. Beberapa merk juga akan menawarkan kain yang elastis dan anti kerut. Biru muda dan merah muda adalah warna yang {solid|strong|stable} karena keserbagunaannya, namun putih menjadi pilihan yang paling aman untuk kerja sehari-hari.

Kesan kaos lengan pendek biasanya dilekatkan dengan orang tua dan ketinggalan zaman. Untungnya, para desainer dan {brand|model} pakaian ternama telah mengklaim kembali gaya kasual ini ke dalam ranah yang keren, {modern|trendy|fashionable}, dan {up to date|updated} yang cocok dikenakan oleh anak muda untuk bekerja maupun sekadar hangout. Kemeja ini menjadi pilihan kembali di kalangan pecinta mode.

Dalam beberapa tahun terakhir, di negara-negara empat musim, kemeja lengan pendek ini menjadi tren saat musim panas. Tentunya di Indonesia kemeja ini cocok dipakai di negara beriklim tropis ini. Dengan bermacam pola dan {pattern|sample} mulai dari print tropikal dan pola geometris hingga warna pastel dan garis-garis vertikal. Apa pun {style|type|fashion} yang kamu sukai, kemeja lengan pendek cocok digunakan untuk segala {occasion|event} dipadu dengan celana pendek dan celana chino hingga denim dan celana linen.

Bahan yang satu ini paling disukai oleh pria dan selalu dapat kita jumpai dimana saja. Tepat sekali, denim. Bahan denim dapat disulap menjadi apa saja mulai dari celana, jaket, topi, sepatu, dan tentu saja kemeja. Pakaian klasik ini dapat menyuntikkan outfit kamu dengan dosis maskulinitas tambahan dan memberikan kesan kasual ketika dikenakan dengan outer yang tidak formal, atau bahkan setelan lengkap jika kamu merasa berani.

Untuk kemeja denim carilah bahan denim yang tidak terlalu tebal supaya tidak mengganggu gerakmu dan tidak membuat gerah seharian. Saran dari saya, cari dengan ketebalan hanya hingga 12oz karena di atas itu terasa terlalu tebal untuk menjadi bahan kemejamu. Jika ingin menciptakan kesan kasual, bukalah beberapa kancing depan kemeja denimmu atau bahkan tidak usah dikancing sama sekali. Kemudian gulunglah lengan kemejamu sebatas siku untuk semakin menambah kesan maskulinmu sekalian biar nggak gerah juga.

Pilihlah {brand|model} atau bahan denim yang berkualitas dan {durable|sturdy}. Dari segi styling, ada baiknya untuk mengenakan kemeja {raw|uncooked} denim baru dengan {jeans|denims} yang sudah usang dan pudar, atau sebaliknya. Kuncinya terletak pada kontras.

Buat kamu yang sehari-hari menggunakan transportasi umum seperti bus, angkot dan KRL pasti sering merasakan yang namanya kegerahan akibat berjubelan di dalam kendaraan, apalagi ketika jam sibuk pagi dan sore hari. Apakah ada pengalaman yang lebih “asyik” dibandingkan dijejalkan ke dalam gerbong kereta di perjalananmu berangkat kerja, ngampus, atau sekolah dengan ketiak-ketiak basah kuyup yang terangkat begitu dekat di atas wajahmu sehingga hampir menyentuhnya? Amit-amit memang. Jangan menjadi seperti orang itu (yang hampir mendaratkan ketiak basahnya ke wajahmu) dan pakailah kemeja linen.

Linen adalah jawaban untuk semua kesengsaraan cuaca panas dan lembabmu. Berbahan ringan, longgar, dan berpori memberi kamu kesempatan untuk untuk tetap merasa sejuk di tengah-tengah lautan manusia dan terpaan cuaca. Kamu juga bisa bereksperimen dengan warna-warna pastel yang menjadi ciri khas dari kemeja linen.

Kamu bisa padukan kemeja linen yang sejuk itu dengan celana {jeans|denims} atau celana chino, atau bisa juga menyingsingkan lengan kemejamu dan mengenakan dengan santai dengan celana pendek. Kamu bisa lebih berani dengan warna ketika menggunakan kemeja linen juga karena kesan santai dan laidback yang dipancarkan dari kemeja linen, meskipun putih atau biru pucat tetap jadi pilihan klasik untuk ada di lemari pakaianmu.

Categories: