Ketahui terlebih dahulu berikut ini sebelum melakukan pengobatan liposuction pada diri kita.

Kebanyakan dari mereka suka akan hasil dari operasi liposuction yang satu ini. Kareana umumnya lemak berlebihan sangat mengganggu baik dari bentuk maupun yang lainnya, sehingga dilakukannya pengobatan liposuction dalam masalah tersebut. Namun, sama seperti prosedur pengobatan lain, beberapa efek samping ternyata dapat terjadi. maka dari itu, pentingnya bagi kita untuk mengetahui batasan dan komplikasi apa yang mungkin terjadi akibat operasi ini.

Sebelum melakukan operasi tersebut, kita harus mempertimbangkan beberapa manfaat dan risiko yang akan terjadi, semua tergantung pada diri kita sendiri. Jangan sampai terpengaruh oleh teman atau dokter untuk melakukannya. Karena hal tersebut merupakan bedah kosmetik, jadi tidak ada alasan mendesak untuk melakukannya. Saran terbaik, angan mudah percaya pada hasil yang terjadi pada orang lain. Akan tetapi kita harus bisa memahami dan memutuskan sendiri risiko yang akan terjadi kebelakangnya nanti. Cara lain untuk mendapatkan tubuh ideal sepertihalnya pintar dalam mengatur pola makan dan berolahraga secara teratur cara tersebut dapat menghancurkan lemak-lemak yang ada di tubuh kita.

Penyuntikan cairan tertentu juga dapat menghancurkan lemak yang ada sehingga tidak perlu repot-repot melakukan pengobatan liposuction dalam hal ini. sebaiknya lakukan konsultasi pada dokter tentang beberapa jenis obat yang pernah dan sedang kita gunakan. Jika jika terdapat  alergi terhadap pengobatan tertentu sebelum operasi dilakukan, tenemui ahli bedah terlebih dahulu dan melakukan anestesi bersama. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita  harus mengikuti petunjuk yang diberikan jika misal diminta untuk tidak makan dan minum sebelum operasi dilakukan.[1]

Apabila memang terjadi lemak berlebihan dalam tubuh kita, maka dengan terpaksa harus melakukan pengobatan liposuction untuk mengatasi hal ini, berikut beberapa hal yang menjadi faktor dari timbulnya lemak berlebihan tersebut, seperti:

  • Kebiasaan makan buruk

Banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak (terutama lemak trans) dapat menyebabkan penumpukan lemak perut berlebihan. Asupan protein dan serat harian yang rendah juga dapat menyebabkan penumpukan lemak dan kenaikan berat badan. Hal ini karena asupan protein dan serat yang cukup dapat membantu Anda mengontrol nafsu makan dan melancarkan pencernaan.

  • Penuaan (menopause)

Semakin tua usia Anda, maka semakin berkurang massa otot Anda dan semakin banyak lemak dalam tubuh Anda, termasuk lemak perut. Massa otot yang berkurang membuat tubuh Anda lebih sedikit membakar kalori, sehingga lebih sulit untuk Anda mempertahankan berat badan normal. Ini mengapa biasanya orang yang sudah berumur lebih mudah gemuk. Selain itu, penurunan hormon estrogen saat memasuki usia menopause juga dapat memengaruhi pendistribusian lemak dalam tubuh. Kadar hormon estrogen yang turun drastis saat menopause dapat menyebabkan lemak disimpan di perut, bukan di pinggul atau paha. Beberapa wanita mungkin mempunyai lebih banyak lemak perut pada saat ini.

  • Berat badan berlebih

Semakin besar berat badan Anda tentu semakin banyak juga penimbunan lemak di perut Anda. Kelebihan berat badan disebabkan oleh kalori yang lebih banyak masuk ke dalam tubuh daripada kalori yang keluar. Makan terlalu banyak dan aktivitas fisik yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kelebihan berat badan.

  • Kurang tidur

Kurang tidur dapat membuat Anda lebih berisiko untuk mengalami kenaikan berat badan berlebih, sehingga Anda lebih mungkin mempunyai banyak lemak perut. Selain kurang tidur, gangguan tidur, seperti sleep apnea, juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini mungkin disebabkan karena saat Anda kurang tidur, Anda lebih mungkin untuk makan makanan yang tidak sehat.

  • Genetik

Bagaimana cara tubuh menyimpan lemak dapat dipengaruhi oleh genetik. Gen yang mengatur kortisol dan leptin, yang mengatur asupan kalori dan berat badan, dapat bertanggung jawab terhadap penyimpanan lemak dalam tubuh.

  • Kurang gerak

Kalori yang masuk harus sama dengan kalori yang keluar jika ingin mempunyai berat badan normal. Jika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang keluar, tentu berat badan Anda akan naik. Hal ini dapat terjadi ketika Anda kurang aktif bergerak. Penelitian membuktikan bahwa wanita yang menonton TV lebih dari tiga jam per hari memiliki risiko obesitas pada perut lebih besar (hampir dua kali) dibandingkan wanita yang menonton TV kurang dari satu jam per hari. Sehingga gejala liposuction harus dilakukan karena faktor dari menumpuknya lemak yang diakibatkan kurang gerak tersebut.

  • Stres

Saat stres, tubuh melepaskan hormon stres (seperti hormon kortisol) untuk membantu tubuh dalam mengatasi stres. Namun, hormon kortisol ternyata dapat menyebabkan kenaikan berat badan saat diproduksi berlebihan dalam tubuh. Saat kita sedang makan berlebihan untuk mengatasi stres, kelebihan kalori ini lebih banyak disimpan di daerah sekitar perut. Hal ini tak lepas dari peran kortisol.


[1] Sumber referensi Hellosehat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *