10 Cara Promosi Di Facebook

Facebook berubah dengan pesat dari tahun ke tahun.

Kalau anda rutin menggunakan Facebook pasti sadar.

Tutorial-tutorial Facebook {marketing|advertising|advertising} yang efektif 2-{3|three} tahun lalu kemungkinan besar saat ini sudah tidak berlaku lagi.

Atau lebih parahnya, malah merugikan.

baca juga :Pengantin Modern Agar Pernikahan Berkesan

Masalahnya pergerakan informasi {online|on-line} di Indonesia saat ini masih lebih lambat daripada di luar, jadi panduan yang kadaluarsa masih sering ditemukan.

Ada lagi…

…sekarang ini kalau bicara Facebook {marketing|advertising|advertising}, kita selalu berpikir ‘iklan-iklan-iklan’.

Padahal sebelum iklan masih ada yang HARUS anda persiapkan dulu.

Untuk itulah panduan ini dibuat.

Anda akan mempelajari langkah apa saja yang harus anda lakukan di dunia pemasaran dan Facebook {modern|trendy|fashionable}, supaya strategi anda jadi sempurna.

1. Temukan 5 {page|web page} milik {brand|model} saingan anda di Facebook
Begini masalahnya:

Orang yang baru terjun ke Facebook biasanya langsung “{main|primary|major} kasar”.

Maksudnya, mereka tidak tahu apapun tentang Facebook. Apa yang harus dilakukan, apa yang disukai oleh orang lain, apa yang efektif untuk bisnis mereka.

Tapi belum apa-apa sudah buat banyak {post|submit|publish}…

…belum apa-apa sudah pasang iklan.

Padahal kalau anda sendiri tidak tahu apa-apa, bahkan menggunakan layanan agensi periklanan di Facebook pun bakal jadi tidak efektif.

Anda sendiri yang harus tahu (atau minimal salah satu orang dalam).

Maka dari itu, cara terbaik untuk belajar adalah dengan melihat dan meniru apa yang efektif di dalam bidang industri anda sendiri.

Ini cara mencarinya:

Masukkan “Pages about [industri] {that are|which are|which might be} {liked|appreciated|favored} by my {friends|pals|associates}” di kolom pencarian Facebook. Hasilnya seperti gambar berikut.

Facebook akan memperlihatkan {page|web page} dalam topik yang anda masukkan, dan yang populer di kalangan teman-teman anda sendiri.

Klik pada ‘See {more|extra}’, inilah saingan anda.

Cari sebanyak mungkin yang menurut anda paling mirip dengan bisnis anda. Abaikan yang followernya sedikit atau yang followernya banyak tapi tidak ada like & komentar.

Kemudian, pelajari ini:

* Seperti apa {post|submit|publish} yang mendapat banyak like
* Seberapa sering mereka menerbitkan {post|submit|publish} baru
* Jam berapa {post|submit|publish} yang mendapat banyak like
* Foto, {cover|cowl}, dan kelengkapan profil lainnya

Dan lain-lain…masih banyak yang bisa kita pelajari.

Yang paling penting, ketika nanti akan membuat iklan maka anda bisa menargetkan orang-orang yang me-like {page|web page} saingan-saingan anda ini.

Dengan demikian, iklannya jadi tepat sasaran dan lebih murah.

2. Buat {page|web page} yang menarik, ikuti {tips|ideas|suggestions} berikut
Di Facebook, {page|web page} itu seperti toko anda.

Kalau tokonya jelek, tidak akan ada yang datang.

Pertama, masuk ke {link|hyperlink} ini untuk membuat Facebook Page. Kemudian pilih kategori yang tepat. Serius. Beda kategori bisa beda fitur yang diberikan.

Selain itu bakal aneh dilihat orang kalau tidak sesuai.

Kalau masih belum yakin coba lihat kategori {page|web page} dari saingan anda tadi.

Kedua, masukkan nama {brand|model} anda.

Ini {tips|ideas|suggestions} menamai {page|web page} yang biasanya membuat orang salah:

* Gunakan nama {brand|model} anda, titik
* Jangan gunakan jenis produk/layanan sebagai nama (misalnya: “kontraktor rumah”)
* Singkat, 2-{3|three} kata paling {optimal|optimum}. Pisahkan dengan spasi

Ketiga, lengkapi profil anda mulai dari URL, deskripsi, foto, {cover|cowl}, dan keterangan lainnya. Ikuti {tips|ideas|suggestions} ini:

* Profil {picture|image}: gunakan {logo|emblem|brand} dengan resolusi tinggi, jangan gunakan gambar yang buram
* Cover: gunakan gambar yang menarik dengan resolusi tinggi, jangan gunakan sembarang gambar dari {internet|web}
* About: jelaskan bisnis anda dengan singkat & menarik, hilangkan kata yang bertele-tele
* Lengkapi semua informasi di tab Info, selengkap-lengkapnya

Ketika baru membuat {page|web page}, anda akan diminta langsung memasang iklan. Jangan. Belum saatnya.

Meskipun begitu, anda bisa memasukkan {data|knowledge|information} audiens anda sekarang.

{3|three}. Ketahui dan tentukan {target|goal} calon audiens anda
Dalam dunia pemasaran, kita sudah paham bahwa menargetkan 1 kelompok audiens jauh lebih efektif daripada yang terlalu umum. Sulit membuat strategi yang bisa ampuh untuk semua kalangan.

Ini akan berguna pada saat anda membuat konten.

Kesalahan yang paling {fatal|deadly} di sini biasanya menggunakan bahasa yang tidak pantas buat {target|goal} audiens mereka sendiri.

Contoh:

Sebuah bisnis, {target|goal} pasarnya adalah orang berusia 35+.

Tapi lantas di Facebook mereka membuat {post|submit|publish} yang ditujukan untuk anak muda. Misalnya menggunakan bahasa gaul, atau membuat gambar lucu.

Tidak pantas kan?

Itu bentuk yang paling sederhana.

Intinya, kita harus menyediakan apa yang pantas dan menarik bagi {target|goal} audiens kita sendiri.

Untungnya, dengan Facebook kita bisa dengan mudah mengenali siapa audiens yang kita incar. Caranya lagi-lagi dengan memanfaatkan {brand|model} saingan.

Kata kuncinya: “Interests {liked|appreciated|favored} by {people who|individuals who} like [nama {page|web page}]”

Hmm…jadi orang-orang yang kita targetkan adalah orang yang religius, sayang ibu, suka sepakbola, belajar psikologi, dan suka menggambar.

Ketika membuat konten, kalau anda membahas hal-hal tersebut maka jumlah like-nya akan lebih banyak.

Kata kunci ‘{interests|pursuits}’ juga bisa anda ganti, misalnya:

* Movies
* Books
* Restaurants
* Places
* Public figures
* Organizations
* dll. Apapun bisa

Kalau {page|web page} anda sudah punya banyak like, bisa juga gunakan {page|web page} anda sendiri supaya lebih akurat.

{4|four}. Optimasi {website|web site} untuk Facebook
Kalau anda sudah bicara tentang Facebook {marketing|advertising|advertising}, mestinya anda saat ini sudah punya {website|web site} sendiri.

Kalau belum, segera buat.

Melakukan pemasaran {online|on-line} tanpa {website|web site} itu seperti bunuh diri secara perlahan.

Ok, cukup basa-basinya.

Anda pasti pernah lihat {website|web site} yang ketika di-share di Facebook jadinya seperti ini:

Gambarnya buram, tidak berhubungan, atau yang muncul bukan gambar utamanya. Lalu judulnya beda dengan aslinya, deskripsinya juga tidak jelas.

Itu salah satu akibat dari {website|web site} yang tidak dioptimasi.

Kita ingin supaya ketika {website|web site} kita di-share, semuanya pas. Gambarnya tepat, resolusinya bagus, serta punya judul dan deskripsi yang menarik.

Ini supaya yang mengunjungi {website|web site} kita semakin banyak.

Untuk itu, ada beberapa “meta tag” yang harus anda pasang di {website|web site}. Tepatnya di bagian

Seperti yang ditunjukkan oleh OGP.me:

Bingung?

Nggak ngerti ini maksudnya apa?

Jangan khawatir.

Kalau anda pengguna WordPress, {install|set up} plugin bernama Yoast {SEO|search engine optimization|web optimization}. Dari plugin ini kita bisa mengatur meta tag yang disebutkan tadi dengan lebih mudah.

Kalau anda bukan pengguna WordPress dan tidak mengerti bahasa HTML sama sekali, cara termudah yaitu kirimkan artikel ini ke developer {website|web site} anda.

Setelah itu, tes di Open Graph Debugger ini.

5. Pahami {tips|ideas|suggestions} untuk membuat {post|submit|publish} yang baik di Facebook
Di Facebook, kita tidak bisa membuat {post|submit|publish} terlalu banyak dalam sehari.

Alasannya ada 2:

* Post lebih dari 2x sehari akan mendapatkan lebih sedikit like
* Setiap {post|submit|publish} harus berkualitas, sulit untuk membuat banyak {post|submit|publish} berkualitas dalam sehari

Lebih lengkapnya sudah kita bahas di panduan meningkatkan like di Facebook ini.

Maka dari itu, setiap {post|submit|publish} harus anda pikirkan matang-matang.

Inilah beberapa tipsnya.

Tips untuk masing-masing jenis {post|submit|publish} (teks, gambar, video, {link|hyperlink})
Pertama, {post|submit|publish} berjenis teks sebaiknya tidak berdiri sendiri melainkan dibarengi gambar, video, atau {link|hyperlink}. Orang cenderung melewatkan {post|submit|publish} berupa teks karena tidak menarik.

Selain itu, sulit menyampaikan pesan dengan teks karena Facebook akan memotong teks yang terlalu panjang.

Jadi sebisa mungkin hindari teks tanpa media.

Sedangkan kalau anda menggunakan video, pastikan video tersebut anda {upload|addContent} di Facebook. Hindari menaruh {link|hyperlink} video dari YouTube.

Mengapa?

Lihat gambar berikut:

Facebook memang dikenal agak sedikit ‘licik’ dalam urusan ini. Mereka dengan sengaja menurunkan jangkauan dari video YouTube apabila dipost ke Facebook.

Sebaliknya, video yang diupload langsung ke Facebook mendapatkan lebih banyak jangkauan, komentar, like, dan share.

Yang ketiga, {post|submit|publish} berupa gambar.

Supaya {optimal|optimum}, ukuran gambar yang anda gunakan sebaiknya mendekati persegi, atau berupa persegi. Ukuran gambar {minimum|minimal} adalah 472×394 px. Lebih dari itu tidak masalah, tapi jangan sampai kurang.

Ini contohnya:

Gambar yang ukurannya lebih besar akan secara otomatis diperkecil tanpa memotong bagiannya.

Yang terakhir, untuk {post|submit|publish} berupa {link|hyperlink}

Link yang mendapatkan engagement terbaik di Facebook biasanya yang punya gambar berukuran {landscape|panorama} (memanjang ke samping).

Jadi, kalau anda membuat konten di {website|web site} pastikan gambarnya punya ukuran {minimum|minimal} berukuran 470×246 px. Lebih dari itu tidak masalah, asalkan rasionya tetap mendekati.

Lalu, jenis {post|submit|publish} mana yang terbaik?
Sebetulnya tergantung.

Tergantung dari bobot isinya.

Post di social media, termasuk Facebook, pada umumnya tidak bisa terlalu berbobot. Gambar hanya mengandung sedikit informasi, demikian pula dengan teks.

Bahkan video di Facebook rata-rata hanya dilihat kurang dari 30 detik:

Jadi, apabila konten anda hanya berupa informasi singkat, hiburan, pemberitahuan, dan sejenisnya, maka gunakan foto atau video.

Tapi kalau bobotnya tinggi, jangan.

Untuk konten berbobot tinggi dan panjang, terbitkan di {website|web site} anda sendiri kemudian {post|submit|publish} {link|hyperlink}-nya ke Facebook.

Kapan waktu terbaik untuk posting di Facebook?
Lagi-lagi, tergantung.

Tergantung siapa audiens anda.

Apakah mereka orang yang aktif di Facebook sepanjang hari atau hanya malam hari? Apakah mereka aktif saat hari kerja atau akhir minggu?

Kalau di-logika-kan sekilas, jam aktifnya mungkin seperti ini:

* Pelajar/mahasiswa: hari kerja, malam
* Pekerja: akhir minggu, malam
* Ibu rumah tangga: hari kerja, siang

Sekali lagi, itu cumamungkin.

Untuk mengetahui pastinya, lanjutkan membaca sampai langkah ke-7 di bawah.

6. Cari dan berpartisipasi di grup yang populer dalam industri anda
Setelah {3|three}-5 hari secara rutin menerbitkan {post|submit|publish} di Facebook Page, anda akan sadar bahwa tidak ada orang yang membaca.

Tidak ada yang memberi like, tidak ada yang {men|males}-share.

Kosong melompong.

Dalam tahap ini, ada 2 yang biasanya dilakukan oleh praktisi social media {marketing|advertising|advertising} pemula:

* Menyerah
* Ngotot menerbitkan konten tiap hari, menunggu keajaiban

Oh ada 1 lagi. Menggunakan iklan. Tapi itu kita bahas nanti.

Intinya, kalau dalam tahap ini anda hanya menerbitkan konten tanpa melakukan strategi lain maka tidak akan ada kemajuan sama sekali. Meskipun konten anda bagus.

Itukesalahan dalam social media {marketing|advertising|advertising} yang paling umum.

Langkah keenam inilah solusinya.

Untuk bisa membuat orang lain mengenal kita, maka kita yang harus masuk ke tempat yang banyak orangnya.

Yaitu grup.

Untuk mencari grup yang sesuai dengan bisnis anda, gunakan salah satu kata kunci berikut:

* “{groups|teams} named [nama industri]”
* “{groups|teams} about [nama industri]”
* “{groups|teams} joined by {people who|individuals who} like [industri/{page|web page}/kata kunci lain]”

Cari beberapa yang punya banyak anggota…

…tapi jangan yang isinya spam.

Ciri-ciri grup yang bagus:

* Sering ada tanya jawab
* Setiap {post|submit|publish} banyak like/komentarnya
* Membernya sering berbagi informasi berupa teks/gambar/{link|hyperlink}
* Tidak ada {post|submit|publish} yang tidak berhubungan.

Karena beberapa grup sifatnya ‘closed’, maka mau tidak mau anda harus gabung dulu ke banyak grup. Lalu kalau ternyata jelek, langsung keluar.

Kemudian setelah gabung ngapain?

Langsung promosi?

Jangan. Jangan pernah.

Begini…

Grup Facebook jaman sekarang itu isinya sebagian besar spam. Terutama grup-grup yang sudah tidak dipelihara oleh pemiliknya.

Sedangkan grup yang bagus itu pasti pemiliknya ketat.

Kalau ada yang promosi, langsung ditendang keluar. Sekali kena tendang, maka anda tidak akan bisa gabung lagi ke grup itu.

Maka dari itu, jangan (langsung) promosi.

Yang harus anda lakukan adalah berbagi informasi, panduan, dan bacaan lain yang bermanfaat bagi anggota grup. Selama 1-5 hari pertama tanpa {link|hyperlink} satupun.

Setelah beberapa hari, setelah dikenal, barulah ajak mereka like {page|web page} anda.

Salah satu cara tercepat untuk mendapatkan respon positif dari anggota grup adalah dengan berbagi panduan untuk permasalahan tertentu yang dikemas dalam {ebook|e-book|e book} (PDF).

7. Analisa performa {page|web page} anda sendiri
Sekarang, setelah lebih dari seminggu rutin membuat {post|submit|publish} di {page|web page} DAN berpartisipasi di grup, anda akan mulai mendapatkan interaksi.

Anda akan sadar bahwa ada {post|submit|publish} yang mendapatkan banyak like/komentar/share, ada juga yang sedikit.

Itu bukan karena kebetulan.

Memang ada beberapa jenis dan isi {post|submit|publish} yang lebih menarik bagi orang lain. Ada juga yang kurang menarik.

Inilah yang harus anda pelajari.

Untuk bisa mendapatkan banyak like, share, komentar, pengunjung, pembeli, maka anda harus selalu membuat {post|submit|publish} yang menarik bagi mereka.

Maka dari itu, kita harus melakukan analisa.

Lokasinya di menu ‘Insights’ ini:

Disinilah letaknya semua informasi yang perlu anda ketahui.

Ada beberapa hal yang perlu anda analisa:

1. Hari apa yang paling banyak follower {online|on-line}
2. Jam berapa mereka {online|on-line}
{3|three}. Post mana yang mendapatkan paling banyak {reach|attain} dan engagement
{4|four}. Post mana dari saingan anda yang mendapatkan paling banyak engagement

Untuk mendapatkan {data|knowledge|information} dari saingan, anda bisa masuk ke menu ini:

Setelah mengetahui apa yang populer dan kapan waktu terbaik, sekarang yang bisa anda lakukan adalah menyusun rencana konten untuk ke depannya.

{8|eight}. Optimasi {page|web page} untuk search engine
Sebelum kita masuk ke yang satu ini, kalau anda belum tahu sama sekali tentang {SEO|search engine optimization|web optimization} silahkan baca panduan ini.

Kalau sudah silahkan lanjut.

Ehem..

Sebetulnya saya mestinya menempatkan poin ini di awal. Setelah pembuatan {page|web page}.

Tapi masalahnya, banyak orang yang justru salah fokus. Mereka terlalu mengutamakan {SEO|search engine optimization|web optimization} untuk {page|web page}-nya, sehingga profilnya jadi berantakan.

Jadi ingat prinsipnya…

…jangan lakukan {SEO|search engine optimization|web optimization} berlebihan di Facebook Page.

Kenyamanan dan kemudahan pengguna dalam menggali informasi tetap merupakan yang utama.

Berdasarkan prinsip tersebut, inilah {tips|ideas|suggestions} {SEO|search engine optimization|web optimization} untuk Facebook Page:

Nama {page|web page}
Nama {page|web page} harus persis sama dengan nama {brand|model} anda.

Tapi kalau memang namanya bisa ditambahkan keyword, tambahkan.

Misalnya saya punya jasa fotografi dengan nama ‘Darmawan’. Maka nama {page|web page}-nya bisa saya buat jadi ‘Darmawan Photography”.

Dengan demikian, {page|web page} tersebut akan mendapatkan peringkat lebih tinggi ketika ada yang mencari jasa fotografi melalui Google maupun search-nya Facebook sendiri.

Contoh yangtidakbaik:

Misalnya saya punya jasa pembuatan {website|web site} bernama ‘Darmawan’. Karena ingin memasukkan keyword, namanya saya paksakan jadi ‘Pembuatan Website – Darmawan’.

Aneh kan?

Intinya, pastikan nama {page|web page} anda tidak terkesan dipaksakan.

Jangan pula gunakan embel-embel seperti: jasa, jual, beli, dll. (contoh: Jasa Fotografi Darmawan)

Meskipun betul secara {SEO|search engine optimization|web optimization} lebih bagus, tapi nama {page|web page} seperti ini justru akan membuat bisnis anda kesannya jadi kurang profesional.

URL
Sama seperti nama {page|web page}, pilihan pertama untuk URL adalah nama {brand|model}.

Kalau ternyata URL nama {brand|model} tidak tersedia, biasanya kita akan menambahkan 1 kata di depan atau belakangnya. Disinilah kita gunakan keyword.

Seperti contoh tadi, URL ‘Darmawan’ tentunya sudah tidak tersedia sehingga saya bisa menggunakan ‘DarmawanPhotography”.

Atau anda bisa menggunakan kata kunci lokal.

Misalnya di Google Keyword Planner ada hasil pencarian yang lumayan besar untuk kata kunci “jasa pembuatan {website|web site} jogja”.

Berdasarkan ini, URL saya bisa jadi “DarmawanJogja”.

Kata kunci lokal itu kata kunci yang mengandung nama daerah.

About
Untuk Facebook Page, about = meta description.

Jadi sama seperti aturan meta description di panduan on-{page|web page} {SEO|search engine optimization|web optimization}:

* Mengandung 1 keyword
* Menarik, mampu mengundang klik

Alamat & nomor telepon
Ini wajib, tapi sering dilupakan.

Dalam {SEO|search engine optimization|web optimization} lokal, alamat dan nomor telepon merupakan faktor rangking yang sangat besar.

Jadi ketika ada yang mencari bisnis anda dengan keyword lokal (mengandung nama daerah), maka Facebook Page anda akan mendapatkan peringkat tinggi.

Selain untuk {SEO|search engine optimization|web optimization}, kolom about anda juga akan jadi seperti ini:

Backlink
Mari kita berpikir realistis.

Ada beberapa pertimbangan mengapa kita sebaiknya tidak usah pusing dengan urusan backlink pada Facebook Page.

1. Ini bukan {website|web site} anda, lebih baik anda menyediakan waktu dan tenaga untuk mengoptimasi {website|web site} sendiri
2. Facebook Page normalnyasulit mendapatkan peringkat tinggi

Saya pribadi pernah beberapa kali mengupayakan supaya Facebook Page mendapatkan peringkat tinggi di Google.

Memang bisa…

…tapi tidak lama kemudian akan turun lagi.

Ini karena algoritma Google terhadap Facebook Page tidak stabil.

Jadi satu-satunya backlink yang anda pasang adalah dari {website|web site} anda sendiri menuju Facebook Page. Tidak perlu terlalu repot.

Facebook Notes
Ini dia.

Kalau anda serius ingin memanfaatkan Facebook Page untuk mendatangkan pengunjung dari Google, maka Facebook Notes adalah jawabannya.

Begini…

Facebook Page itu hanya berupa 1 halaman.

Maka normalnya anda hanya bisa mendapatkan rangking tinggi untuk 1 keyword utama (dan beberapa keyword turunan).

Nah, dengan membuat artikel di Notes kita bisa mengincar kata-kata kunci lain.

Artinya dengan membuat beberapa Notes maka anda bisa mendapatkan rangking tinggi untuk banyak keyword.

Tapi perhatikan {3|three} hal ini:

* Jangan terlalu fokus membuat konten di Facebook, sekali lagi ini bukan {website|web site} anda
* Jangan mengincar kata kunci dengan persaingan tinggi, cara yang persaingannya SANGAT rendah
* Selalu pasang {link|hyperlink} dari notes ke {website|web site} anda dan Facebook Page

Itulah beberapa hal terkait {SEO|search engine optimization|web optimization} untuk Facebook Page.

Untuk mulai membuat Notes di Facebook Page, masuk ke menu Settings > Apps > klik tombol Add App pada Notes. Setelah itu, lokasi notes anda ada di sini:

Terakhir, ingat 2 hal: jangan optimasi berlebihan, jangan terlalu bergantung dengan {traffic|visitors|site visitors} dari mesin pencari.

9. Gunakan Facebook Ads, ini beberapa {tips|ideas|suggestions} singkat
Sebetulnya panduan tentang Facebook Ads akan dibahas dalam artikel lain, tapi karena saya yakin anda pasti ingin beriklan maka saya bahas secara singkat.

Karena saya terbiasa menggunakan tampilan Facebook dalam Bahasa Inggris, maka anda yang menggunakan tampilan Bahasa Indonesia harap menyesuaikan istilah-istilahnya.

1. Jangan ‘{boost|increase|enhance}’ {post|submit|publish} yang sudah diterbitkan. Buat ‘{dark|darkish} {post|submit|publish}’ melalui {power|energy} editor
2. Gunakan gambar yang relevan dengan pesan anda, bukan sekedar yang menarik
{3|three}. Gunakan audiens dari {page|web page} lain sebagai {target|goal} {interest|curiosity}
{4|four}. Targetkan audiens yang sangat spesifik semakin spesifik semakin baik untuk iklan pertama anda
5. Pasang remarketing pixel dan conversion {tracking|monitoring} pixel di {website|web site} anda
6. Pelajari copywriting, wajib
7. Selalu beritahu apa yang mereka harus lakukan (klik, beli, {download|obtain}, dll.) dan mengapa mereka harus melakukan hal tersebut
{8|eight}. Kalau {budget|price range|finances} anda kecil, utamakan {news|information} feed {ads|advertisements|adverts}
9. Selalu buat lebih dari 1 variasi untuk copy, gambar, dan {targeting|concentrating on|focusing on}, lakukan {split|cut up|break up} testing
10. Sebaiknya hindari langsung berjualan, berikan mereka manfaat (alasannya dibahas dalam langkah 10)

Itulah 10 {tips|ideas|suggestions} singkat buat anda.

Kalau ini pertama kali anda mendengar istilah-istilah tadi, wajar. Silahkan pelajari lebih lanjut mengenai Facebook Ads sampai anda siap.

10. Lakukan {soft|gentle|delicate} {sell|promote}, bukan {hard|exhausting|onerous} {sell|promote}. Ini caranya
Ini salah satu dari kesalahan dalam social media {marketing|advertising|advertising} paling {fatal|deadly}.

Apapun strategi yang anda gunakan, meskipun dengan iklan, kalau anda melakukan {hard|exhausting|onerous} {selling|promoting} maka hampir pasti akan gagal (kecuali remarketing, biasanya).

Ini karena orang yang aktif di Facebook pada umumnya bukan untuk membeli sesuatu.

Bayangkan,

Orang yang sedang di Facebook untuk melihat-lihat foto keluarga dan teman mereka. Kemudian melihat iklan yang menawarkan produk.

Dengan iklan singkat seperti itu, apakah mereka yang sama sekali tidak punya niat membeli akan terbujuk?

Tidak sama sekali.

Itulah sebabnya Facebook Ads dikenal tidak bisa menghasilkan penjualan.

Berbeda dengan Google AdWords dimana orang yang melakukan pencarian dengan keyword tertentu memang ingin membeli sesuatu.

Maka dari itu di Facebook jauh lebih baik kalau anda melakukan {soft|gentle|delicate} {selling|promoting}.

Caranya, dengan memberikan sesuatu.

Misalnya:

1. Ebook
2. Konten panduan
{3|three}. Video/webinar
{4|four}. Kupon diskon

Tapi kita tidak akan memberikan kepada mereka secara cuma-cuma.

Melainkan ditukar dengan kontak mereka. Email atau nomor HP.

Inilah tujuan kita, mendapatkan kontak dari mereka yang punya rasa tertarik dengan produk/layanan anda. Meskipun sekarang belum siap membeli.

Dengan demikian, di lain hari kita bisa melakukan kembali “mengingatkan” mereka. Sehingga ketika mereka siap maka mereka akan membeli.

Beberapa poin terakhir yang harus anda ingat
Kita sudah membahas 10 langkah untuk mulai promosi di Facebook. Anda sekarang bisa langsung mulai dari tahap pertama, yaitu mencari 5 saingan.

Sebelum kita akhiri, ada beberapa hal yang perlu saya ingatkan kembali.

baca juga :Air Putih Termasuk Turunkan Berat Badan 

1. Website anda jauh lebih berharga daripada Facebook Page
2. Ini social media, anda harus ber-sosial-isasi
{3|three}. Jangan pernah melakukan {hard|exhausting|onerous} {sell|promote} di Facebook
{4|four}. Pelajari konsep copywriting sebelum anda mulai beriklan

Selanjutnya, silahkan menuju bab lainnya yang belum anda baca dalam seri panduan social media {marketing|advertising|advertising} ini:

Daftar Isi Panduan Social Media Marketing

Categories: