Cara Mudah Mengatur Workflow Data Di Google Cloud Dengan Google Composer

Mengatur Workflow Data Di Google Cloud

Seperti yang kita ketahui, para pelaku bisnis akan mengandalkan data analitis dalam mengambil keputusan, yang fungsinya untuk menunjukkan wawasan.

Untuk mendapatkan wawasan yang berkualitas, teknisi perlu membangun alur kerja yang menggunakan eksekusi sistem end-to-end. Kini, dengan menerapkan sistem end-to-end ini, mereka dapat memproses, menyerap, dan menganalisis data secara efektif.

Seringkali, alur kerja ini melibatkan banyak tugas yang harus diselesaikan dalam urutan tertentu secara bersamaan. Ketika beban kerja meningkat, menyelesaikan tugas-tugas yang berbeda ini akan menjadi semakin sulit.

 

Google Composer Ragam Pengaturan Data Workload

Google Cloud Platform sebenarnya memiliki berbagai perangkat yang dapat melakukan fungsi orkestrasi untuk alur kerja. Namun, untuk orkestrasi beban kerja berbasis data, terutama ETL/ELT, Google Composer mungkin merupakan solusi terbaik.

Google Composer adalah alat orkestrasi untuk menulis, menjadwalkan, dan memantau alur kerja. Perangkat ini dirancang menggunakan platform open source populer Apache Airflow.

Dengan Google Composer, Anda dapat membuat alur kerja dari banyak tugas. Kemudian, alur kerja dikonfigurasi dengan membuat grafik asiklik terarah (DAG) dengan python. DAG adalah aliran satu arah tanpa siklus tugas, dan setiap tugas bertanggung jawab atas unit kerja yang terpisah.

 

Berkinerja Dengan Baik Saat Mengatur Workflow Data

Sebagian besar pengguna Google Composer di Google Cloud adalah insinyur data. Mereka menyadari bahwa Google Composer dapat membantu mengatasi beberapa tantangan yang sering muncul saat mengelola alur kerja data.

Ketika skala alur kerja menjadi lebih besar dan lebih besar, manajemen tugas yang efisien menjadi semakin penting. Untungnya, dengan Google Composer, Anda dapat membuat beberapa cabang tugas atau membuatnya paralel berdasarkan status tugas sebelumnya. Alat orkestrasi di Google Cloud juga dilengkapi dengan banyak fungsi pendukung, seperti penjadwalan.

Google Composer mengandalkan banyak keunggulannya untuk meningkatkan pengalaman insinyur data menggunakan Apache Airflow. Google Composer “mempertahankan” infrastruktur yang diperlukan untuk memastikan bahwa semua DAG berfungsi dengan baik.

Karena tidak perlu berfokus pada manajemen infrastruktur cloud, terutama dengan fitur otomatis Google Composer, teknisi data dapat lebih fokus pada pembuatan alur kerja dan jalur pipa data. Tentunya sistem kerja yang efisien juga akan berdampak pada hasil yang terbaik.

 

Google Composer Bukan Perangkat Untuk Memproses Data

Google Composer memang alat yang ampuh yang dapat membantu Anda mengelola alur kerja data Anda di Google Cloud. Namun, penting untuk diingat bahwa Google Composer bukan perangkat untuk memproses data. Anda juga tidak boleh menggunakan Google Composer untuk mengubah atau menganalisis data dalam jumlah besar.

Alasannya adalah bahwa Google Composer tidak dirancang untuk melewatkan data dalam jumlah besar dari satu tugas ke tugas lainnya. Selain itu, perangkat ini tidak dilengkapi dengan teknologi khusus untuk mengolah big data, karena memang sejak awal sudah fokus menjadi perangkat dengan fungsi orkestrasi data.

Dengan menggunakan Google Composer, proses pengaturan alur kerja data di Google Cloud menjadi lebih sederhana dan efisien. Tentunya untuk mencobanya sendiri, Anda harus berlangganan Google Cloud terlebih dahulu.

Untungnya, untuk berlangganan Google Cloud sekarang, Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology sebagai partner resmi terpercaya produk Google di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda dapat berkonsultasi dengan tim teknis EIKON untuk menentukan infrastruktur cloud yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Categories: