Kenapa Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Cenderung Lambat ? Yuk Cari Tahu!

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu hal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Di Indonesia sendiri, pembangunan infrastrukturnya dinilai cenderung lambat. Padahal kondisi ekonomi dunia yang sedang krisis sedikit banyak pasti akan turut berpengaruh kepada Indonesia. Lantas, apa penyebab lambatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia?

Pentingnya Pembangunan Infrastruktur

Sebelum mencari tahu apa penyebab lambatnya pembangunan infrastruktur di dalam negeri, anda sebaiknya mengetahui lebih jauh pentingnya pembangunan infrastruktur itu sendiri. Sebab pembangunan infrastruktur mampu memacu pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan yang dilakukan akan mempermudah masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi. Contohnya proses distribusi barang dan jasa antar daerah akan sangat terbantu dengan adanya pembangunan sarana transportasi. Ketika proses distribusi barang dan jasa berjalan lancar, maka transaksi bisnis yang dilakukan juga demikian. Alhasil ini nantinya akan memberi dampak positif terhadap perekonomian.

Bukan hanya di satu daerah saja, namun diperlukan pembangunan yang merata. Karena dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik, maka daerah tersebut akan mampu menghidupi dirinya sendiri. Dimana semua mendapatkan kesempatan yang sama untuk terlibat dalam proses ekonomi.

Kenapa Pembangunan Infrastruktur Cenderung Lambat ?

Telah mengetahui pentingnya pembangunan, sayangnya pembangunan infrastruktur di Indonesia masih cenderung lambat. Sepertinya masyarakat pun setuju akan hal tersebut. Contohnya untuk proyek MRT (mass rapid transit) DKI Jakarta yang ternyata rancangannya sudah ada sejak 26 tahun yang lalu, namun baru direalisasikan pada tahun 2019 silam.

Ternyata yang menjadi kendala adalah perhitungan untung rugi, perhitungan ekonomi. Sebab kerugian yang harus ditanggung apabila MRT dibangun yaitu pemerintah provinsi DKI harus mensubsidi Rp. 3 triliun per tahun. Sehingga cukup sulit menutupi kerugian yang ada tanpa harus mengotak atik APBD.

Apa hanya itu masalah infrastruktur negara Indonesia ? Sayangnya tidak. Namun ada pula kendala terkait kurangnya koordinasi dalam membangun infrastruktur. Bentuk keputusan antar lembaga yang kurang terkoordinasi, seringkali membuat pembangunan berjalan lambat dari perencanaan. 

Solusi Permasalahan Pembangunan Infrastruktur

Dilihat dari pembahasan sebelumnya, dapat diketahui bahwa ada dua permasalahan terbesar yang membuat pembangunan infrastruktur berjalan lambat. Yang pertama yaitu karena dana, dan yang kedua karena kurang koordinasi. Untuk kurangnya koordinasi, belakangan sudah mulai menunjukkan ke arah yang positif.

Sementara itu mengenai kekurangan dana, maka jalannya adalah mencari income lain selain dari APBD, yaitu melalui lembaga pembiayaan. Sebab perhitungan di dalam mengelola negara tidak bisa hanya berdasarkan untung rugi semata. Sehingga menggunakan lembaga pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa menjadi alternatif solusinya.

Untuk itu, PT SMI yang merupakan lembaga keuangan milik negara berperan sebagai katalis pembangunan infrastruktur di dalam negeri. BUMN tersebut didirikan untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur yang ada. Dengan begitu, maka kesejahteraan untuk rakyat juga dapat segera direalisasikan. Apa produk yang disiapkan PT SMI untuk itu ? Langsung cek selengkapnya di ptsmi.co.id.

Categories: