Ketentuan Dan Hukum Aqiqah Saat Seseorang Sudah Dewasa

jasa aqiqah

Ketentuan dan Hukum Aqiqah Saat Seseorang Sudah Dewasa

jasa aqiqah semarang

Dalam islam, setiap anak yang lahir disunnahkan untuk diaqiqahkan oleh orang tuanya sebagai rasa syukur terhadap Allah swt atas kelahiran anaknya.

Secara Bahasa aqiqah berarti memotong, sedangkan menurut istilah, arti aqiqah yaitu menyembelih hewan ternak seperti kambing atau domba sebagai pertanda rasa syukur kepada Allah SWT atas lahirnya sang anak. Aqiqah sendiri hukumnya sunnah muakkad, yang berarti amalan sunnah yang dilakukan untuk menyempurnakan ibadah wajib dan dianjurkan dilakukan. Yang merujuk pada hadis Rasulullah SAW:

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى. البخارى 6: 217

Daru salman bin ‘Amir Adl-Dlably, ia berkata:” saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :

“tiap anak itu ada aqiqahnya. Maka sembelihlah binatang aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya (cukur rambutnya)

HUKUM AQIQAH

Pada umumnya, aqiqah sendiri hukumnya adalah sunnah muakad, yang berarti bagi setiap seorang muslim yang mampu melaksanakan aqiqah untuk anaknya, dianjurkan untuk melaksanakanya pada hari ke-7 setelah sang anak lahir.

Waktu pelaksanaan aqiqah bayi dan saat dewasa

Waktu yang tepat pelaksanaan aqiqah adalah hari ke-7 setelah sang anak lahir. Akan tetapi jika pada hari ke-7 ada sebuah halangan, maka bisa juga dilaksanakan pada hari ke-14 atau hari ke-21 setelah anak lahir. Seperti hadist yang berbunyi “Aqiqah itu disembelih di hari ke 7 atau hari ke 14 atau ke 21” (HR. Baihaqi).

Sedangkan waktu dilaksanakanya aqiqah bagi orang dewasa adalah sebelum dia balig. Jika sudah memasuki umur balig dan belum diaqiqah oleh orang tuanya. Orang tua tetap dapat mengaqiqahkan anaknya walaupun sudah aqil balig dengan syarat orang tuanya memberikan uang kepada anaknya agar dia membeli hewan (kambing atau domba) untuk aqiqahnya.

Hewan yang akan diaqiqahkan

Hewan yang akan diaqiqahkan adalah hewan ternak seperti domba atau kambing. Dengan memiliki kriteria yang sama dengan hewan kurban.

Jumlah kambing atau domba pun akan berbeda dan sesuai dengan jenis kelamin orang yang akan diaqiqahkan. Seperti untuk anak anak laki-laki menggunakan 2 ekor kambing atau domba dan untuk anak perempuan menggunakan 1 ekor kambing atau domba.

Yang membiayai aqiqah

Untuk anak yang baru lahir, sudah dipastikan dibiayai dengan orang tuanya. Akan tetapi bagaimana jika ia belom diaqiqahkan dan sudah beranjak dewasa?

Untuk orang dewasa sendiri ada 2 yaitu orang tuanya memberikan uang kepada anaknya agar dapat membeli hewan (kambing atau domba) untuk aqiqahnya dan jika orang tuanya sudah tiada, ia dapat membelinya sendiri hewan yang akan ia aqiqahkan tersebut.

Pembagian hasil aqiqah

Setelah daging disembelih maka dagingnya harus segera dibagikan kepada tetangga sekitar. Akan tetapi untuk aqiqah sendiri, pembagian daging tidak bisa dalam bentuk mentah. Pembagianya harus daging matang atau sudah dimasak dan siap dimakan.

Demikianlah penjelasan tentang ketentuan dan hokum aqiqah bagi orang dewasa. Semoga dengan artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang aqiqah.

Jika anda membutuhkan jasa Aqiqah Semarang hubungi aqiqahplus.com

Categories: