Langkah Hilangkan Sakit Hati dan Sedih

Semuanya orang tentu saja pernah merasakan sedih bahkan juga sakit hati pada seorang. Putus cinta umumnya menjadi satu diantara argumen yang memacu hati-perasaan itu. Baik lelaki atau wanita, semuanya orang dapat alami sakit hati dan sedih karena putus cinta dengan intensif yang berbeda. Tetapi kenapa ya, cinta dapat sangat berbekas di hati seorang, dan kerap kali sakit hati karena putus cinta susah sekali untuk sembuh?

Langkah Hilangkan Sakit Hati dan Sedih

Rupanya, jatuh dan putus cinta diolah dengan proses yang serupa di otak kita seperti seorang yang konsumsi dan baru stop konsumsi narkoba. Ke-2 ini, cinta dan narkoba, mempunyai dampak yang hampir serupa di badan kita.

Table of Contents

– Cinta Itu Seperti Narkoba
– 4 Langkah Hilangkan Sakit Hati dan Sedih karena Putus Cinta
– 1. Terima merasa sakit yang kamu alami
– 2. Remove the drug: Putus komunikasi dengan bekas, jauhi stalking, dan beberapa hal sejenisnya
– 3. Turunkan mengidealisasi bekas kekasihmu
– 4. Ketahui kamu berada di tingkatan putus cinta yang mana

Cinta Itu Seperti Narkoba

Saat sedang jatuh hati, badan menghasilkan hormon dopamin yang aktifkan satu sisi yang terasosiasi dengan penghargaan sistem, memberi dampak positif yang membuat kita terus-terusan inginkan hal tersebut kembali. Dampak ini terjadi saat kita konsumsi kokain dan nikotin, makin lama membuat kita candu dengan zat itu.

Kebalikannya, otak kita mengolah putus semangat sama dengan saat seorang baru stop konsumsi beberapa obat terlarang. Study fMRI mendapati sisi otak yang serupa teraktivasi pada seorang yang putus semangat dan yang lakukan pemulihan dari beberapa obat terlarang.

Maka bila jatuh hati ialah candu, putus cinta ialah proses pemulihan dari candu itu, atau yang biasanya disebutkan withdrawal. Dalam kasus ini, merehabilitasi diri dari seorang atau jalinan tertentu.

Lalu, apa yang dapat dilaksanakan untuk merehabilitasi diri dari putus semangat dan sedih sesudah putus cinta? Baca beberapa panduan dibwaah ini, yok!

4 Langkah Hilangkan Sakit Hati dan Sedih karena Putus Cinta

Berikut langkah hilangkan hati sakit hati dan sedih:

1. Terima merasa sakit yang kamu alami

Putus semangat bisa memacu reaksi fisik dan emosi yang membuat kamu berasa kesepian, tidak disayangi, tidak bernilai, dan stres. Siapa sich yang ingin rasakan hati tidak kenakan ini? Sebagai seorang manusia, semua langkah tentu dilakukan untuk jauh dari hati ini untuk memperoleh rasa berbahagia.

Memutuskan untuk tidak rasakan merasa sakit itu dengan mendistraksi diri lewat konsumsi alkohol teratur, pelarian ke makanan, edan kerja, atau beberapa hal yang lain kemungkinan akan menolongmu dalam periode pendek, tetapi sayang tidak dalam periode panjang.

Permasalahan hati yang belum dituntaskan secara habis pasti melimpah kembali pada keadaan-situasi tertentu, seperti saat kamu cari atau merajut jalinan yang baru. Disamping itu, besar peluang untuk alami masalah stres, kekhawatiran, self-esteem yang rendah, beberapa pikiran obsesif, dan ketakmampuan untuk move on.

Hal terbijak yang bisa kamu kerjakan untuk meluluskan diri berduka. Lewat proses putus semangat tidak gampang, dan sebesar atau sekecil apa merasa sakit yang dirasa, semua hati itu lumrah dan benar. Janganlah sampai termakan penglihatan umum yang kerap kali menyepelekan duka seorang yang putus semangat.

2. Remove the drug: Putus komunikasi dengan bekas, jauhi stalking, dan beberapa hal sejenisnya

Kenapa langsung bersahabat kemabli sesudah putus justru jadi kontraproduktif dan akan memperlama proses pengobatanmu?

Seperti seorang pencandu narkoba yang coba semua jenis langkah untuk memperoleh jumlah yang dia perlukan, saat kamu coba melepaskan ketergantunganmu dari seorang dan satu jalinan yang sudah selesai, sering sikap stalking, terus menerus mengontak bekas, ajak balikan, atau sikap-perilaku tidak logis yang lain yang awalnya tak pernah terpikir ada.

Sikap-perilaku itu sebagai efek dari ‘rehabilitasi’ atau withdrawal yang dilaksanakan. Meneruskan bersahabat selekasnya sesudah putus akan membesarkan terjadinya kemungkinan efek itu, karena seorang yang dimisalkan sebagai ‘narkoba’ masih tetap ada dalam capaianmu.

Makin kerap sikap itu dilaksanakan, makin candu kamu akan cinta yang sebenarnya sudah lenyap dan makin kronis sakit hati yang dirasa. Ini justru akan menghalangi pengobatanmu.

Walau bagaimanapun, bersahabat kembali sesudah putus sudah pasti kemungkinan, bila kamu dan bekas pasanganmu telah betul-betul mengikhlaskan jalinan kalian yang sudah selesai.

3. Turunkan mengidealisasi bekas kekasihmu

Kadang, saat kehilangan suatu hal atau seorang yang perlu dalam kehidupan kita, ada kecondongan untuk meromantisasi atau mengidealisasi suatu hal yang lenyap itu, yaitu seorang atau jalinan yang sudah usai. Kita condong cuman mengingat beberapa hal baik dan lupakan jumlahnya argumen yang membuat jalinan itu tidak bisa diteruskan kembali.

Misalnya, kamu kemungkinan secara obsesif mengulang terus peristiwa berbahagia dan bernafsu dalam jalinan itu sambil lupakan bagaimana seorang dalam jalinan itu sudah berulang-kali menyebalkanmu. Kenangan peristiwa itu tidak menolongmu dapat berbahagia tanpa kekasih.

Pada kondisi semacam ini, penting untuk lakukan penilaian yang lebih obyektif pada hubunganmu. Salah satunya langkah dengan minta kontribusi rekan-rekan atau seorang terapi. Minta mereka untuk mengingatimu seribu argumen kenapa hubunganmu memang seharusnya usai dan tidak berjalan dengan baik bila terus diteruskan. Kamu dapat lakukan reality cek ini sendiri, dengan tuliskan 3-20 kualitas jelek dari jalinan itu atau bekas pasangan yang membuat kamu terus menerus berduka.

Hal ini bukanlah untuk menjelek-jelekkan sepihak. Tetapi, dengan mengingati diri kamu akan hal negatif yang terjadi dalam jalinan itu, kamu menyamakan pemahaman dan menahan pertimbangan jika kamu tidak kembali mendapati seorang atau jalinan yang bagus yang akan datang.

4. Ketahui kamu berada di tingkatan putus cinta yang mana

Masih ingat kah kamu artikel Universitas Psikologi yang sempat mengulas 5 tingkatan duka cita yang dilewati seorang sesudah putus cinta? Dengan ketahui tingkatan yang kamu lewati, entahlah itu di tahapan Penyanggahan, Kemarahan, Tawar Menawar, Stres, atau Akseptasi, kamu dapat menghargakan proses yang sedang kamu lewati hingga tidak jadi terlampau keras pada diri kita. Disamping itu, cara yang diambil untuk menyembuhkan sakit hatimu semakin lebih pas dan arif, bergantung berada di dalam babak apa kamu sekarang ini.

Misalnya, bila kamu ketahui jika kamu masih berada di tahapan Penyanggahan, kamu semakin lebih berbaik hati pada diri kita dengan tidak cepat-cepat memaksa atau mengadili diri karena tidak dapat terima jalinan yang sudah usai. Disamping itu, kamu tidak cepat-cepat cari pasangan baru karena sadar akan bukti jika diri kamu belum betul-betul mengikhlaskan jalinan itu seutuhnya.

Saat lewat beberapa tahapan duka cita itu, teruslah ingin tahu dengan pemikiran, hati, kesan badan, dan sikapmu. Luangkan waktu untuk mengetahui apa yang kamu rasakan, dan coba untuk biarkan semuanya terjadi apa yang ada, tanpa usaha mengontrol atau menggantinya.

Saat kamu sadar sedang mengadili pemikiran atau hati sendiri, coba untuk berbelah kasih dan berbaik hati pada diri kita. Diamkan perasaan dan pikiran itu mengucur sesenang hati tanpa mengadilinya. Ketahui dan terima jika bersedih atas satu kehilangan akan memerlukan waktu.

Remember, let yourself heal within your pace.

 

kunjungi juga fresh-hypnotherapy.com

Categories: