Simply Vs Jurnal, Mana Yang Terbaik?

Assalamu’alaikum wr. wb.

Salam sejahtera untuk teman-teman semua. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan-Nya dan sehat selalu, mengingat pandemi Covid-19 masih terus berlanjut.

Seperti yang kita semua ketahui, pandemi Covid-19 meluluhlantahkan ekonomi dunia tanpa terkecuali. Semua terdampak, walaupun memang mungkin tidak 100%. Sudah banyak berita-berita yang ada di media, baik itu PHK ataupun pemotongan penghasilan karyawan yang dilakukan demi menyambung hidup perusahaan itu sendiri. Efek dari masalah tersebut adalah meningkatnya jumlah bisnis umkm yang dijalankan oleh pihak-pihak yang terkena dampak.

Karena dari latar belakang tersebut saya tertarik untuk membuat review dari dua software akuntansi untuk membantu umkm yang mendadak menjamur karena pandemi ini. Kenapa malah review Software akuntansi
? Karena menurut saya, ketika sebuah bisnis sudah berdiri, maka saat itu pula pebisnis
memerlukan laporan keuangan secepatnya. Untuk apa? Tentu saja untuk pengambilan keputusan dan analisa keputusan yang sudah dibuat.

Jadi yang namanya laporan keuangan WAJIB hukumnya untuk dimiliki oleh setiap pebisnis, entah pemula, amatir, profesinal atau bahkan skala enterprise.
Dua software ini adalah Zahir dan Jurnal.Id. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kedua software ini adalah software simple dan dipercayai oleh banyak user dari berbagai kalangan.

Zahir Accounting lewat Simply dan Jurnal.Id lewat Stater-nya adalah dua software yang cukup agresif dalam taktik promosi dan marketingnya. Saya yakin teman-teman cukup sering “disuguhkan” iklan-iklan kedua software ini saat berselancar di media sosial.

Alasan terakhir sekaligus funfact kenapa saya memilih untuk mengkomparasi kedua software ini adalah saat saya menjelajah di google dan menggunakan keyword “Zahir Simply” maka hasil yang keluar adalah kata-kata “alternatif Zahir”. Dan tak lain tak bukan, website tersebut adalah milik Jurnal.Id. Cukup seru bukan persaingan kedua software ini?

Hasil Pencarian keyword “Zahir Simply” Kerjasama Zahir dengan Program OKOCE

Terlepas dari nama besar dan customer dengan branding luar biasa, Zahir lewat Simply-nya adalah bukti bahwa Zahir tetap memberikan perhatian kepada bisnis-bisnis start-up. Dengan kerjasama yang terjalin dengan program pemerintah, yaitu OKOCE, diharapkan bisnis-bisnis start-up ini dapat berkembang karena mempunyai solusi untuk pembukuan mereka.
Sedangkan Jurnal.Id adalah program yang mengedepankan teknologi cloud dan berhasil menelan banyak software akuntansi yang terlebih dahulu eksis di Indonesia. Tentu saja prestasi tersebut tidak main-main mengingat Jurnal adalah software yang cukup baru di Indonesia.

Supaya pembahasannya apple to apple, saya akan mereview Zahir versi Zahir Simply. Zahir versi
cloud(Online)paling basi, dan akan kita compare dengan Jurnal.id versi Stater. Fyi, Jurnal.Id tidak mempunyai aplikasi dekstop seperti Zahir, yaitu Zahir Accounting 6. Dari point pertama ini sudah terlihat bahwa Zahir lebih unggul dalam pengalaman dan pilihan produknya.

Karena faktor pandemi covid-19 yang memaksa untuk WFH (work from home) alias tetap produktif walaupun dirumah, maka menurut saya aplikasi cloud ini akan lebih banyak dicari dan dipertimbangkan oleh user di zaman now. Kedua aplikasi ini juga difasilitasi dengan mobile app, yang tentu saja menjadi opsi penting dimana smartphone akan lebih berguna dibandingkan pc ataupun laptop, karena bisnis umkm sekarang memang berangkat dari sebuahsmartphone.

Pertanyaannya adalah, sejauh apa mobile app dari kedua software ini bisa memberikan solusi bagi umkm zaman now yang hanya berangkat dari sebuah smartphone? Mari kita bahas satu-persatu.

Sebagai tambahan informasi, saya mempunyai background akuntansi. Jadi penilaian saya nnti mungkin lebih kepada hitungan akuntansinya, dan simple atau tidak dari cara pemakaian mobile app-nya tersebut.
Mari kita mulai!

Poin pertama dari kedua mobile apps ini, adalah simple. Kedua software berhasil membuat sebuah interface dengan baik walaupun memang berbeda karakter. Simply lebih fun dengan warna-warna pastel yang mencerahkan, sedangkan Jurnal.Id lebih straight dengan warna minimalis.

Dashboard mobile app Jurnal.Id menyuguhkan ringkasan yang ada di laporan. Seperti Total Penjualan, Total Pembelian, Total Biaya Operasional, dan Grafik Laporan Laba-Rugi. Yang masing-masing dari setiap laporan tersebut bisa difilter sesuai waktu yang dibutuhkan (Perhari, Perminggu, Perbulan sampai custom).

Simply mempunyai data dashboard yang lebih lengkap. Dengan keberadaan profit secara amount maupun percentage, yang didukung dengan Total Pendapatan dan Total Biaya. Dilengkapi dengan Laporan Produk Terlaris, Piutang dan Hutang yang Jatuh Tempo, dan Informasi Stok Produk. Lengkap banget kan? Nice!

Mari kita sambung untuk kelengkapan database transaksi dan opsi apa saja yang tersedia di dua mobile app ini. Mana yang kira-kira lebih unggul? Dari dashboard diatas bisa teman-teman bisa tahukah mana yang lebih lengkap?
Dari database transaksinya baik simply maupun jurnal menyediakan dua modul. Yaitu Data Kontak
dan Data Produk. Lalu apa perbedaannya?

Dari Data Kontak, keduanya mempunyai kelengkapan yang baik. Data-data umum seperti cp, email, alamat penagihan dan alamat pengiriman sudah tersedia. Perbedaannya Jurnal.Id mempunyai fasilitas untuk “mengikat” si data kontak ini dengan kode Akun Piutang dan Akun Hutang. Dimana fasilitas ini akan berimbas ke rincian piutang/utang yang muncul dineraca. Baguskah? Tergantung penilaian teman-teman sekalian. Ini bagus jika user yang input paham akan akuntansi. Kalo tidak paham? Ya fasilitas ini akan nampak “biasa aja”.

Simply menyuguhkan data-data umum yang dibutuhkan di data kontak. Simply juga menyediakan import dari contac yang ada di smartphone. Simply juga lebih fleksibel dalam modul ini, Dengan satu data kontak yang bisa berfungsi sebagai Customer ataupun Vendor.

Dan dengan adanya opsi kode kontak akan sangat membantu untuk kefleksibelitas pencarian. Kode kontak ini akan sangat berguna ketika anda bergerak di bidang pendidikan. Kode kontak ini bisa diisi dengan menggunakan NIM ataupun NIS. Jikapun teman-teman merasa tidak membutuhkan, makan Simply akan melakukan pengisian otomatis saat teman-teman membuat Data Kontak terbaru.

Bagaimana dengan Data Produk-nya?
Simply memberikan fasilitas kepada usernya untuk mengontrol stok dimanapun mereka berada. Laporan quantity produk yang bisa dilihat dari dashboard juga mendukung penggunaan modul ini. Karena data produk di Simply mampu untuk menghitung stok secara realtime. Saat dibeli stok otomatis bertambah, saat dijual stok otomatis berkurang.

Sedangkan di Jurnal.Id sifatnya sedikit berbeda. Jurnal tidak memberikan fasilitas untuk kontrol stok. Yang berati saat produk dibeli otomatis menjadikan sebagai biaya (HPP), sedangkan saat jual memunculkan pendapatan. Agak sedikit melenceng menurut saya, tapi mungkin masih bisa diterima jika jenis produk teman-teman tidak banyak dan tidak melakukan kontrol stok. Satu poin plus adalah Jurnal.Id memberikan fasilitas untuk upload gambar di mobile app-nya.

Data Produk Simply Data Produk Jurnal.Id

Lanjut transaksinya yuk!
Kedua software ini menyiapkan fasilitas yang cukup lengkap dengan penerapan yang berbeda. Simply menawarakan modul-modul yang tertata rapi sehingga mudah dipahami. Dengan pemisahan modul Penjualan dengan Pembayaran Piutang, Pembelian dengan Pembayaran Hutang. Dengan begini user akan lebih mudah paham transaksi mana yang akan diinput.

Sedangkan Jurnal.Id agak sedikit njelimet menurut saya. Karena untuk pembayaran Piutang maupun Hutang harus masuk terlebih dahulu ke invoice yang bersangkutan. Tidak sulit memang, tapi jujur saja caranya ini tidak simple seperti kompetitornya. Jurnal.Id menyuguhkan informasi terkait Ringkasan Pembelian ataupun Ringkasan Penjualan disetiap modulnya yang berisi faktur yang belum dibayar, faktur jatuh tempo, dan pelunasan faktur yang sudah dibayar. Sedangkan rincian fakturnya ada dimodul Faktur Pembelian ataupun Faktur Penjualan.

Kesimpulannya bagaimana?

Menurut saya kedua mobile app menawarkan fasilitas yang akan mempermudah user untuk pencatatan. Keduanya mampu mengeluarkan invoice yang bisa langsung dikirim ke customer. Juga sanggup mencatat piutang ataupun utang dengan cara yang sedikit berbeda tapi dengan tujuan yang sama.
Hanya saja Simply dengan modul yang rapi, sehingga lebih memudahkan untuk dipahami.

Pembelian-Penjualan sudah, lanjut trnasksi operasional yaa..
Transaksi operasional di dua software ini juga mudah dipahami.
Di Simply hanya menyediakan modul Pengeluaran dan Penerimaan. Pengeluaran digunakan untuktransaksi yang sifatnya biaya operasional, seperti biaya listrik, gaji, dan lain- lain. Sedangkan penerimaan diperuntukkan transaksi-transaksi yang sifatnya pemasukan tapi bukan untuk penerimaan piutang. Bisa transaksi yang diinput seperti penambahan modal, ataupun penerimaan utang jangkapanjang.

Sedangkan di Jurnal, modul yang tersedia lebih lengkap. Terdapat modul Kas & Bank. Yang terdiridari tiga jenis transaksi, yaitu Transfer Uang, Terima Uang, dan Kirim Uang. Modul transfer uang bisa digunakan untuk pengisian pettycash, transfer antar bank, ataupun transaksi kas ke Bank.

Modul terima uang bisa digunakan untuk pemasukan modal atau terima utang jangka panjang. Sedangkan modul kirim uang digunakan untuk transaksi biaya operasional.

Sebenarnya kedua software cukup imbang di modul transaksi Kas & Bank ini. Sayangnya simply belum mempunyai transaksi transfer antar Kas & Bank. Ini akan menjadi downpoint tersendiri untuksimply yang mendominasi di transaksi penjualan dan pembelian.

Last, mari lihat reportnya.
Untuk reportnya, Simply “hanya” menawarkan laporan laba-rugi secara ringkas agar lebih mudah dipahami. Kenapa saya bilang “hanya”? Karena sebenarnya Zahir menyediakan laporan quantity produk di Dashboard.

Sedangkan Jurnal.Id menyediakan laporan yang cukup lengkap. Mulai dari Neraca, Laba-Rugi, dan
Cashflow. Tapi memang tidak tersedia laporan stok.

Dari laporan kedua mobile app ini menghasilkan kesimpulan dan kebutuhan yang berebeda. Simply mengedepankan kebutuhan akan kontrol stok dan Laporan Laba-Rugi yang realtime. Ini berbanding lurus dengan kebutuhan UMKM yang ada di Indonesia. Dimana kebutuhan UMKM ini lebih ke arah stok dan Laba-rugi yang realtime.

Jurnal.Id memang menawarkan opsi lebih di report cashflow dan neraca. Tapi untuk UMKM Indonesia yang biasanya penyakit utamanya adalah “pemisahan modal usaha dan dompet sendiri”, maka pembentukan neraca kelihatannya agak sulit jika datanya tidak rapi sedari awal.

Itu semua adalah review dari kedua mobile app. Bagaimana dengan pilihan saya? Jika saya menjadi pelaku bisni dan harus menentukan pilihan, mana yang akan saya pilih?

Pilihan saya jatuh saya Zahir Simply. Kenapa? Poin pertama, saya lebih nyaman dengan UI dengan teman fun dan warna pastel milik Simly.

Kedua, quantity produk yang realtime adalah yang saya butuhkan. Jika saya harus mendirikan bisnis, maka bisnis trading adalah pilihan paling masuk akal jika teman-teman tidak mempunyai skill khusus untuk bisnis dibidang jasa.
Ketiga, harga simply lebih murah.
Bonus, Simply yang bisa diakses lewat website di go.zahironline.com sebenarnya mampu menutupi kekurangan point yang ada di mobile app. Tapi kalo versi website saya bahas di blog ini juga maka akan sangat panjang. Jadi point ini hanya jadi bonus untuk Simply.

Demikian review singkat saya untuk kedua software ini. Semoga bisa membantu teman-teman semua dalam menentukan software pilihan anda. Karena pilihan software ini akan balik ke teman-teman sekalian, silahkan disesuaikan dengan kebutuhan anda sebagai pihak pengguna mobile app ini.
Silahkan like jika suka, comment jika ada yang mau ditambahkan, dan share keteman-teman kalian agar informasi ini bermanfaat juga bagi teman-teman anda.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Categories: