Unsur Intrinsik Cerpen Pengalaman

Unsur Intrinsik Cerpen Pengalaman

Cerpen atau cerita pendek merupakan salah satu jenis karya tulis yang bersifat fiktif yang berisi sebagian kehidupan suatu tokoh dan diceritakan secara ringkas. Contoh Cerpen pengalaman biasanya mengandung pengalaman seseorang yang dituangkan ke dalam bentuk cerpen. Pengalaman merupakan suatu peristiwa yang benar-benar pernah dialami oleh seseorang pada masa lampau. Pengalaman dapat diungkapkan secara langsung dengan bercerita pada orang lain. Selain itu pengalaman juga dapat diungkapkan dalam bentuk tulisan. Pengalaman yang diungkapkan dengan tulisan dapat ditulis menjadi diary, narasi singkat atau cerpen. Menulis pengalaman dalam bentuk diary atau narasi tergolong mudah, hanya memaparkan suatu peristiwa yang telah dialami sesuai urutan waktu kejadian. Berbeda dengan menulis pengalaman dalam bentuk cerpen, berarti kita harus memperhatikan kaidah-kaidah cerpen. Kaidah cerpen berupa unsur intrinsik dan ekstrinsik

Unsur intrinsik cerpen terdiri dari:

  1. Tema, berupa permasalahan utama yang akan timbul dalam cerita. Misalnya tema percintaan, persahabatan, keluarga, politik, perjalanan, dan lain-lain. Apabila terdapat pengalaman berupa pertengkaran dengan teman, kita bisa membuatnya dalam cerpen bertemakan persahabatan.
  2. Amanat, pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Karya sastra biasanya mengandung amanat tertentu, begitu juga cerpen. Misalnya dari pengalaman berupa pertengkaran dengan teman, kita ingin menyampaikan pesan ke dalam cerpen pengalaman bahwa saling memahami perasaan teman kita itu penting, tidak egois.
  3. Latar, segala sesuatu yang berkaitan dengan waktu, tempat dan suasana terjadinya cerita. Misalnya dari pengalaman berupa pertengkaran dengan teman, kapan pertengkaran itu terjadi, di mana pertengkaran terjadi, dan bagaimana suasana saat pertengkaran terjadi.
  4. Sudut pandang, berupa posisi pengarang dalam menyampaikan cerita. Pengarang dapat menggunakan sudut pandang orang pertama, sudut pandang peninjau (orang ketiga), dan sudut pandang campuran. Misalnya pengarang menceritakan kisahnya atau pengalamannya menggunakan kata ganti “aku” untuk menggambarkan kondisi tokoh utama.
  5. Tokoh dan penokohan, tokoh merupakan pelaku cerita, sedangkan penokohan sama dengan karakter atau watak tokoh. Misalnya dari pengalaman pertengkaran dengan teman, siapa saja yang bertengkar, dan bagaimana karakter masing-masing tokoh.
  6. Alur, berupa rangkaian jalan cerita. Misalnya dari pengalaman pertengkaran dengan teman, bagaimana pertengkaran itu bisa terjadi, apa penyebabnya, lalu bagaimana masalah itu bisa terselesaikan.

Jika seseorang ingin mengubah pengalamannya ke dalam bentuk cerpen, paling tidak harus memuat unsur-unsur intrinsik di atas.

Categories: